Pada tahun 2026, diperkirakan akan terjadi kekurangan tenaga kerja di bidang perawatan sekitar 8.000 orang di Prefektur Tochigi saja. Secara nasional, kekurangan tenaga kerja di bidang perawatan semakin parah dari tahun ke tahun, sehingga pemanfaatan tenaga kerja asing sudah tidak bisa ditunda lagi.

Risiko baru yang ditimbulkan oleh sistem "Ikusei Shoro"

Dalam sistem "Kerja Pasca Pelatihan" yang diluncurkan pada tahun 2024, berbeda dengan program magang keterampilan konvensional, tenaga kerja asing dapat pindah tempat kerja (berganti tempat kerja) jika memenuhi syarat tertentu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak bahwa tenaga kerja asing yang diterima di daerah pedesaan berisiko berpindah ke daerah perkotaan yang menawarkan upah lebih tinggi.

Menurut laporan Sankei News, menjelang era kekurangan tenaga kerja perawatan sebesar 600.000 orang, pemerintah daerah mengemukakan kekhawatiran bahwa "tenaga kerja yang telah dibina dengan susah payah akan berpindah ke kota-kota besar."

介護施設でインドネシア人介護スタッフが高齢者をケアする様子

Agar perusahaan daerah dapat mempertahankan tenaga kerja asing

Dalam lingkungan di mana perpindahan tempat kerja dimungkinkan, agar fasilitas perawatan di daerah dapat mempertahankan tenaga kerja asing, tidak cukup hanya dengan meningkatkan gaji, tetapi juga sangat penting untuk menyiapkan lingkungan penerimaan yang komprehensif.

3 Poin Penting untuk Mempertahankan Tenaga Kerja

  1. Peningkatan dukungan kehidupan: Membangun sistem dukungan yang komprehensif dalam aspek kehidupan di luar pekerjaan, seperti penyediaan tempat tinggal, bantuan dalam urusan administrasi, dan penyediaan kesempatan belajar bahasa Jepang
  2. Penjelasan jalur karier: Menunjukkan jalur pengembangan karier jangka panjang, seperti transisi dari Keterampilan Khusus Tipe 1 ke Tipe 2, serta dukungan untuk memperoleh sertifikasi Perawat Lansia
  3. Pembentukan komunitas: Membangun jaringan antar sesama pekerja dari negara yang sama, mengadakan acara interaksi dengan penduduk setempat, dan menciptakan mekanisme untuk mencegah isolasi

Alasan Tenaga Kerja Indonesia Dipilih di Bidang Perawatan

Perhatian terhadap tenaga kerja Indonesia di bidang perawatan terus meningkat, seperti yang terlihat dari kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Biro Kesejahteraan Tokyo ke Indonesia. Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan memiliki populasi muda yang melimpah. Selain itu, dengan semangat keramahan yang tinggi dan latar belakang budaya yang menghormati orang tua, mereka dianggap sangat cocok untuk bekerja di bidang perawatan.

Selain itu, pada April 2026, Kementerian Perhubungan dan Infrastruktur Jepang menandatangani nota kesepahaman dengan Indonesia, memperkuat kerja sama di 9 bidang termasuk pengembangan sumber daya manusia. Dengan meningkatnya kerja sama antar pemerintah, sistem mulai dari pengiriman hingga penerimaan tenaga kerja menjadi lebih stabil, sehingga perusahaan pun dapat merencanakan perekrutan dengan lebih tenang.

地方の介護施設前でインドネシア人スタッフと高齢者が笑顔で集合

Dukungan yang konsisten dari perekrutan hingga retensi adalah kuncinya

Meskipun pemanfaatan Digital Transformation (DX) dalam perawatan dan outsourcing juga menjadi sorotan, penyelesaian mendasar terhadap kekurangan tenaga kerja tidak dapat terlepas dari dua pilar utama: perluasan penerimaan tenaga kerja asing dan dukungan retensi. Khususnya bagi fasilitas skala kecil dan menengah di daerah, kehadiran mitra yang dapat memberikan dukungan satu atap mulai dari perekrutan, prosedur masuk, pelatihan, dukungan kehidupan, hingga pengembangan karier sangatlah penting.

StarBoard menyediakan sistem dukungan terpadu, mulai dari perkenalan tenaga kerja berkualifikasi khusus asal Indonesia hingga dukungan retensi sebagai lembaga pendukung terdaftar. Bagi perusahaan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan tenaga kerja perawatan, silakan hubungi kami tanpa ragu.